"And The Angel rose as holy protector for all that was created. She fought with honor and valor to serve the good of the world. But the coming of the mankind was her downfall; and end to purity."
Some examples of the Angel Form are Michael Christian) and Hercules (Greek).
The Angel is associated with the concept of virtue, the number 2, and the element of wind.
Her sign is the zenith sun.
As a member of Form 2, you are a person of your word. You generally keep your promises and give everything you do your best. Although some people see you as overbearing sometimes, you know that you have to stay true to yourself and do what's right. Angels are the best friends to have because they are brutally honest.
Pernah naik kereta listrik jabotabek? Yups, the mass rapid yang paling mantabs, kenapa? Karena tarif tiket untuk naiknya "murah, meriah" (relatif terjangkau untuk kategori kelas kereta ekonomi), bisa juga enggak bayar, hehehehe. Apalagi kalo pagi jarang sekali ada pemeriksaan tiket. Gerbong kereta selalu penuh sesak. Terutama untuk jurusan Bogor ke Jakarta-Kota. So, bapak pemeriksa tiket ogah!! Jangankan untuk meriksa tiket satu persatu penumpangnya, untuk muter body ke kiri atau ke kanan saja susahnya minta ampun. Mo caba? Silahkan naik dari pukul 06.00 sampai 09.00 pagi. Begitu pula kalau kita naik kereta pada jam-jam orang kantoran pulang. Wuiiihhhh!! Bangku di MPR/DPR kalau pamornya dengan bangku di gerbong kereta listrik Jabodetabek.
Itu berlaku untuk kereta listrik kelas ekonomi. Di mana-mana kelas ekonomi selalu nomor sekian dari peringkat seratus dua. Huh!! Lihat fisik keretanya saja udah beda bangets. Non ekonomi mulus dan adem dalamnya. Gak ada grafiti di dalam gerbongnya, gak ada penjual kaki lima yang kreatif menjual dagangannya, dan masinisnya pun pakai dasi plus bersafari. Tuh keren kan, hehehehehehe. Nah, yang ekonomi. Kipas angin tidak hidup, penumpangnya penuh sesak, modus-modus kriminal dan pelecehan kerap terjadi, juga kadang ada penumpang yang sengaja enggak mandi dulu sebelum pergi!!
Pernah ada cerita ketika naik kereta api listrik non ekonomi. Ketika itu bareng dengan Jasmine, hehehehe, *hugs*. Kereta yang kita naiki sedang meluncur dari Bogor ke Stasion Koje. Suasana yang tadinya romantis, nyaman, lumayan adem dan bikin ngantuk mata tiba-tiba saja ada suara: "Braaaakkk!!!" Ternyata, persis kaca jendela kedua dari sebelah kiri jasmine dan aku duduk di lempar batu. Retakan kaca di jendela itu membentuk gelombang amplitudo yang lumayan besar. Bisa dibayangkan, gimana niat dan kuatnya si pelempar batu itu. Jadi sebegitu dalamkah lembah yang dibuat antara penikmat kereta ekonomi dan non ekonomi, terus menjadi legal dengan menimpuk kaca jendela kereta? Tapi rasa-rasanya jadi naif deh, kalau kita punishment si pelempar batu tadi. Nah, terus gimana? Rumit dan ruwet!! Ada penggambaran yang bagus (inspirasinya dari film-film kartun, hahahahaha). Bola salju sudah mengelinding dari bukit yang terjal menuju ke lembah. Bola salju yang tadinya hanya sekepalan tangan, sesampainya di ujung lembah sudah keras dan menggumpal sebesar gunung dan siap melumat perumahan penduduk yang ada di pinggiran lembah.
Bisa jadi lemparan batu tadi mempunyai pesan kira-kira begini: "Turunin dong tarifnya biar gue bisa ngerasain adem sama nyamannya. Masak seumur hidup, gue cuma ngerasain yang kelas kambing doang" atau "Biar ngerasa tuh PT KA. Makanya jangan banyak ngorup duit" bisa juga begini, "Rasain. Itu akibatnya kalo bayar tanah engkong gue murah. Bangun relnya pake ngembat lahan kandang kambing gue" atau "Sialan. Berisik amat sih tuh kereta. Bosen gue tiap hari dengerin mesin kereta mulu".
Hmmmfft ... Sebegitu ekslusifkan pandangan mereka? Padahal terus terang, uang di dompet sudah abis buat beli 2 tiket, aku dengan Jasmine. Untungnya berangkat Jasmine yang bayar. *Hugs Jasmine lagih* hehehehe. Cerita di atas tadi, bagian yang pertama. Part 2-nya ketika kereta masuk dan berhenti di Stasiun Gambir. Pintu kereta adem terbuka, beberapa penumpang ada yang turun di stasiun itu. Berbarengan dengan turunnya penumpang tadi, masuklah beberapa pedagang asongan. Mungkin ada delapan atau sembilan bahkan bisa lebih. Ada yang menjual aksesoris jepitan rambut untuk perempuan, ada loper koran, ada penjual boneka balon plastik sponge bob squarepants, penjual krupuk palembang sampai penjual softdrink dan minuman mineral dingin. Kemudian pintu kereta tertutup otomatis.
Baru beberapa menit kereta berjalan, ada tiga petugas keamanan (sepertinya sih) berjalan dari gerbong depan kemudian menyisir sampai belakang gerbong kereta. Ketiga petugas tadi sepertinya pengecut. Seragam mereka tertutup rapat oleh jaket. Entah mereka kedinginan atau sedang melakukan penyamaran. Hehehehehehe. Kesannya mereka lagi bertugas untuk menangkap gembong mafia Yakuzza. Duh!! Mereka bertiga menyita dagangan pengasong tadi. Abis semuanya dirampas. Modal mereka cuma sepersekian menit amblas. Tapi mudah-mudahan saja dikembaliin di Stasiun Koje nanti, tanpa mereka harus menebus dagangannya. Hope so. Mudah-mudahan trio super tadi, bisa merasakan kerasnya hidup. Para pengasong itu sederhana kok, gimana caranya bertahan hidup dengan berjualan. Mereka tak tebersit untuk membuat bangkrut perusahaan kereta api, menyikut atasannya di lingkungan kerja demi jabatan, tidak pula memikirkan pembangunan fisik prasarana untuk menggenjot ekonomi Indonesia yang bobrok dengan mengabaikan desain tata ruang kota, ataupun membangun jalur busway dengan membabat abis pohon di jalan protokol Jakarta yang panas.
Maka dari itu, bersiaplah menerima bola salju yang hampir sampai tepi lembah tadi dan siap menghantam apa saja yang ada di depannya. Tapi tenang aja, bola salju tadi itu kan terinspirasi dari film kartun kok. Kalo tokoh di kartun never die. Contohnya film Tom& Jerry. Walaupun si Jerry di kampak seribu kali, tetebs aja hidup sampai sekarang. Hahahahahahahahaha.
But, i love Indonesia. Uniqe people and the sense of art. Tengkieu Jasmine and see u next all.
Koje#03.45
posted by: Bocah (reply)
post date: 02.16.05 (4:10 pm)
Wow, keren topicnya, gw sering banget dateng ke blog ini dan suka banget baca tulisan2nya ibu ini. Tapi kelihatannya malam ini bukan Ibu J yang nulis yah ? meskipun masih enak dibaca dan memang bener tuh naik kereta ke Bogor tuh asik , cuman ya kadang memang kita ngambil resiko kena timpuk sama oknum yang gak jelas. Apapun alasannya tetap saja gak bener soalnya tetap aja yang kena kan lagi-lagi orang yang innocent. Gimana kalo kena Bunda kita, adik, kakak, anak, dll ? kan parah tuh. Gw sih personaly akan marah banget ! Salju bila baru turun memang indah dan menakjubkan dan terlihat lugu tapi kalo sudah jadi bola dan terus bergulung nah tuh another story. Makasih buat bahasannya, membuka mata banget :) cool site nih !!
posted by: Ray (reply)
post date: 02.17.05 (5:12 pm)
:)
posted by: Indieee (reply)
post date: 02.22.05 (7:13 am)
uh,
pengen sih naik kereta dijkt.. tapi sereeeem.. :-s
posted by: MonAmour (reply)
post date: 02.28.05 (12:20 pm)
Reply to: Bocah
hehehiehei lucu2 serem aja waktu itu. Biasalah... unbalance aja negara ini kadang2... hope it will get better !
posted by: MonAmour (reply)
post date: 02.28.05 (12:21 pm)
Reply to: Ray
*jawil2* mas e :)
posted by: MonAmour (reply)
post date: 02.28.05 (12:22 pm)
Reply to: Indieee
Ya naeknya jgn sendirian, kudu bawa bodyguard kaya aku kemarin trus jangan naik yg ekonomi banget kalo belum biasa... selebihnya ya enjoy juga sih =p - so, cari bodyguard dolo !! heoeheoheoe