~*~ Ummatii, Ummatii, Ummatii.... ~*~

Inner Thought In The Night Breeze


Blog For Free!


Archives
Home
2007 November
2007 September
2007 May
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August
2004 July
2004 June
2004 May
2004 April
2004 March
2004 February
2004 January
2003 December
2003 November
2003 October

My Links
* Al-Amin *
* Al-Qur'an *
* Jannah *
* Islam-Web *
* Hadist 40 *
* Keajaiban Qur'an *
* Mukmin *
* Cyber-Pesantren *
* Perpustakaan *
* Swara-Muslim *
* Hadists *
* WebAnak *
* Keluarga-Muslim *
* Harun Yahya *
* Meta Pics *
* Meta Pics2 *
* Javablues Art *
* Javablues Art 2 *
* Zone-D *
* E-zie *
* UcHa *
* The ONE *

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog




You are Form 2
Angel: The Pure

"And The Angel rose as holy protector for all that was created. She fought with honor and valor to serve the good of the world. But the coming of the mankind was her downfall; and end to purity."

Some examples of the Angel Form are Michael Christian) and Hercules (Greek). The Angel is associated with the concept of virtue, the number 2, and the element of wind. Her sign is the zenith sun.

As a member of Form 2, you are a person of your word. You generally keep your promises and give everything you do your best. Although some people see you as overbearing sometimes, you know that you have to stay true to yourself and do what's right. Angels are the best friends to have because they are brutally honest.

brought to you by Quizilla


~*~ Ummatii, Ummatii, Ummatii.... ~*~
04.16.05 (5:22 pm)   [edit]

Air Mata Rosulullah...



Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang
berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.


"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikma tan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan didunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan
apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.


"Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih  penuh kecemasan.
"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?"  Tanya Jibril lagi.
"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"


"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.


"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.


Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua
siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu.


Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di  antaramu."
Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"


Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa
baarik alaaa wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada
kita.


NB :
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin...
Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia. Namun gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.


(sumber: posting Ukht Siti Latifah di milis
pengajian@yahoogroups.com)

0 Comments
 
Your Name:


Your Comment:


* My AngeL Babe *

* Whisper Me *

*My Today's AngeL*

Click to send an Angel Card of the Day from AngelWinks

'*'J'aime mes anges... '*'
filling the void

* My Banner *

JJudicial
AAltruistic
SSappy
MMischievous
IIrresistible
NNutty
EEdgy

Name / Username:

Name Acronym Generator
From Go-Quiz.com